gank gong
Jumat, 05 September 2014
Sejarah Unik Pakaian Kita
Kerah kemeja yang Anda gunakan saat ini sebenarnya berbentuk terbalik.
Sepatu primitif dari kulit binatang (picasaweb.google.com) Sepatu dan berbagai jenis busana yang Anda pakai saat ini memiliki sejarah yang cukup unik. Mulai dari alasan dibuatnya sepatu dan busana, proses pembuatan, hingga perkembangannya seperti sekarang. Berikut sejarah sepatu dan beberapa busana yang sangat menarik untuk diketahui.
Sepatu
Sepatu dengan bentuk konyol untuk kebutuhan mode pertama kali dibuat pada 1300-an di Eropa. Bentuk sepatu saat itu seperti sandal Aladin, dengan bagian depan yang sangat panjang. Bagian tersebut juga makin lama makin panjang dan membahayakan pemakainya.
Untuk mengurangi bahaya, orang Eropa saat itu kemudian mengikat ujung sepatu yang panjang pada lutut dengan rantai atau tali. Ujung sepatu yang panjang juga diisi dengan kain dan dibuat menjadi bentuk alat kelamin pria. Tentu saja hal ini membuat pemuka agama marah dan melarang orang untuk menggunakan sepatu dengan alasan agama.
Pada tahun 1500-an sepatu dilihat dengan cara lain. Penekanannya tidak lagi pada panjang tetapi lebar. Saat itu orang-orang mulai menggunakan sepatu dengan tumit setinggi 10 inci, yang menimbulkan banyak korban. Melihat hal itu, pihak kerajaan Inggris membuat peraturan bahwa hak sepatu tidak boleh lebih dari enam inci. Pada abad ke-16 banyak wanita Italia menambahkan hak pada sol sepatu mereka setinggi 8 inci. Hak tersebut terbuat dari kayu yang disebut chopines. Hal itu dilakukan untuk menjaga baju mereka dari kotoran yang ada di jalan menempel pada bagian bawah baju.
Baju berkerah
Kemeja atau baju berkerah yang yang saat ini banyak digunakan konsep dasarnya adalah berasal dari ruff atau bulu-bulu yang sering digunakan di leher. Ruff berfungsi untuk melindungi bagian tepi busana di daerah leher dari keausan.
Mengganti ruff juga lebih ekonomis daripada mengganti baju atau kemeja. Seperti pernyataan mode paling populer, orang-orang mulai bersaing satu sama lain menggunakan versi paling ekstrim dari ruff. Ruff pun berkembang menjadi semakin besar dan terbuat dari bahan yang kaku, hingga menyulitkan pemakainya untuk bergerak.
Pada awal 1800-an kerah besar dan kaku semakin ekstrim hingga menimbulkan bahaya karena tajam dan melukai telingan. Bahkan hingga akhir 1902, HG Wells mengeluh bahwa kerah yang terbuat dari kain yang kaku membuat sakit leher dan meninggalkan bekas merah di bawah telinga. Konsep baju berkerah seperti buatan POLO, sebenarnya bentuk kerah yang terbalik. Pada 1929, René Lacoste menciptakan "kemeja tenis" dengan kerah terbalik untuk mencegah sengatan matahari pada leher.
Bra
Dulu, sebagian besar wanita tidak menggunakan bra dan tidak menganggap dibutuhkan pakaian pakaian khusus untuk menyangga payudara. Pakaian yang digunakan memiliki tugas ganda yaitu membuat payudara terlihat lebih baik dan menutupinya. Korset pun muncul dan mendominasi dunia pakaian dalam wanita selama berabad-abad. Korset pun dirancang untuk membuat tubuh wanita terlihat lebih kecil dan belahan payudara lebih menarik.
Pada pertengahan 1800-an beberapa visioner menciptakan prototipe bra tetapi tidak berkembang. Istilah bra sendiri berasal dari majalah Vogue yang menggunakan nama "brassiere" pada 1907. Lalu, untuk bentuk bra yang kita gunakan saat ini, ditemukan oleh seorang sosialita bernama Mary Phelps Jacob pada 1910.
Ia menciptakan bra karena saat itu ingin mendatangi sebuah pesta makan malam menggunakan gaun barunya. Gaun tersebut terbuat dari bahan ringan dan tipis. Korset yang tebal dan kaku membuat gaun tersebut terlihat tidak cantik. Jacob kemudian kesal dan melempar korsetnya, ia lalu mengambil dua sapu tangan tipis dan menambahkan pita untuk menutupi payudaranya. Teman-temannya kagum melihat penutup dada tersebut dan meminta Jacob untuk membuatkannya. Melihat peluang bisnis tersebut Jacob kemudian mengajukan permohonan paten untuk desain bra tersebut.
Sumber: http://kotakhitamdunia.blogspot.com
Kamis, 04 September 2014
Jujur Pemain Yunani Diganjar Kartu Biru

Peristiwa unik dalam sejarah sepakbola baru saja terjadi di Yunani.
Pada sebuah pertandingan liga amatir antara klub Tsiklitiras Pylos vs AE Longa, seorang pemain dihadiahi kartu biru setelah mengakui pelanggaran yang ia lakukan.
Saat itu, striker Tsiklitiras Pylos, George Kaldis yang berseragam merah-hitam sukses mencetak gol melalui skema tendangan penjuru.
Akan tetapi, para pemain AE Longa, yang berseragam kuning, melakukan protes keras karena menganggap Kaldis melakukan handball. Meski begitu, para pemain Pylos tetap melakukan selebrasi karena sang pengadil memang mengesahkan gol tersebut.
Namun di tengah-tengah kegembiraan tersebut, Kaldis memutuskan untuk mengakui handball yang telah ia lakukan. Wasit pun memberikan kartu biru serta membatalkan gol tersebut dan memberikan tendangan gawang kepada Longa.
Menurut Sport 24, kartu biru tersebut memang hanya berlaku di beberapa liga amatir Yunani dan diberikan kepada pemain yang telah melakukan tindakan fair play.
Sumber
Rabu, 03 September 2014
Selasa, 02 September 2014
Mereka yang Sukses “from Emperan to Empire”
Ada pepatah, “Kesuksesan lahir dari keberanian mengalahkan ketakutan”. Mungkin idiom ini yang menjadi pecutan bagi Fachrur Rozi dan Fadli hingga berani memulai sebuah usaha yang berawal dari modal Rp 100.000 hasil “bantingan” bersama. Kini, Rozi dan Fadli sudah menangguk hasil dari perjuangannya dalam waktu dua tahun ini. Dari Rp 100.000, dalam satu tahun saja, omzetnya sudah mencapai Rp 1 miliar. Bahkan, saat ini dalam sebulan sedikitnya berhasil mencapai transaksi hingga Rp 600 juta. Usaha apa, sih, mereka?
Berawal dari modal Rp 100.000, Rozi dan Fadli memulai usaha membuat sandal-sandal yang imut dan lucu. Mereka menyebutnya “imucu”. Bentuknya macam-macam, ada hewan dan buah-buahan. Awalnya mereka mencari agen dengan melakukan promosi di emperan. “Makanya, tagline yang menjadi semangat kami sekarang, from emperan to empire. Karena tadinya kami usaha di emperan, sekarang sudah jadi empire,” kata Rozi, yang menangani bidang pemasaran, kepada Kompas.com saat ditemui di ajang Pekan Wirausaha di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Minggu (11/4/2010).
Kesuksesan mereka tak hadir begitu saja. Sebelum memulai bisnis sandal-sandal lucu, Rozi dan Fadli masing-masing pernah mencoba berbagai bidang usaha. Mulai dari usaha roti bakar hingga mi ayam. Saat itu mereka juga masih berstatus sebagai karyawan di sebuah perusahaan. “Dari yang semula hanya berdua, sekarang kami sudah punya karyawan 50 orang dan punya tim kreatif sendiri. Ceritanya, saya dan Fadli lagi sama-sama jatuh, punya utang banyak karena bisnis yang kami coba gagal. Tapi, saat itu masih kerja. Penghasilan bulanan hanya buat nutup utang. Akhirnya, kami menemukan sebuah produk, uang Rp 100.000-lah dipakai untuk buat prototipe sandalnya,” kisah Rozi.
Kemudian, lanjut Rozi, mereka mengambil celah berpromosi dalam sebuah pameran franchise di Surabaya, Jawa Timur. Lebih dari 500 brosur mereka bagikan di area parkir lokasi pameran. “Sampai kami kejar-kejaran sama anggota satpam karena yang ikut pameran aja bayarnya Rp 30 juta. Kami enggak bayar, kok, seenaknya promosi, mungkin dilihat seperti itu. Akhirnya, dari hasil promosi, kami mendapatkan 10 agen,” katanya.
Setiap agen harus membeli paket seharga Rp 250.000. Uang sebesar Rp 2,5 juta dari 10 agen inilah yang digunakan Rozi dan Fadli untuk memproduksi sandal lucu. Dari situ, order yang mereka terima semakin tinggi. Dalam satu tahun pertama, usaha mereka praktis tanpa saingan sehingga bisa mencapai pemasukan Rp1 miliar dalam satu tahun pertama. “Tapi, dalam tiga bulan pertama kami enggak dapat apa-apa. Semua keuntungan diputar lagi jadi modal. Bulan keempat baru kami berpikir bahwa tenaga yang kami sisakan sepulang kantor untuk mbungkusin produk juga harus dihargai. Akhirnya, ya, kami ambil keuntungan dibagi Rp 600.000 per orang. Berikutnya berlipat ganda,” ujar Rozi.
Setelah melihat perkembangan bisnis yang pesat, Rozi dan Fadli mengambil keputusan untuk keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan fokus menekuni usaha. Salah satu pengembangan yang dilakukan adalah memproduksi kaus-kaus lucu bagi anak-anak dan produk sandal jepit unik bagi remaja. Untuk sandal lucu, setiap agen bisa membeli 150 pasang sandal dengan modal Rp 2 juta. Sementara paket reseller, 15 pasang dengan modal Rp 250.000.
Kini, semua usaha itu juga dipasarkan secara online melalui beberapa situs web, di antaranya www.rajasendal.com dan www.myjapit.com. “Memulai bisnis itu jangan takut, tapi juga jangan ngawur. Sekali dua kali mungkin gagal, tetapi jangan berhenti. Biasanya mereka yang gagal berbisnis karena mereka berhenti untuk mencoba lagi. Memulai usaha itu tidak selalu dengan modal besar,” kata Rozi. [kompas.com]
Senin, 01 September 2014
Lowongan Chef Garden Resto Pahoman Bandar Lampung
Lowongan Chef/Koki, Waiters & Staff Dapur Garden Resto, Pahoman, Bandar Lampung - Garden Resto adalah sebuah resto di Pahoman, Bandar Lampung, sedang membutuhkan tenaga kerja sebagai:
1. Chef / Koki
2. Waiters
3. Staff Dapur
Persyaratan:
- Diutamakan berpengalaman di Resto (Khusus Chef)
- Pendidikan min SMK/SMA
- Jujur, energik, dan siap bekerjasama dalam team

Kirimkan lamaran Anda via pos ke:
Garden Resto
Alamat: Jl. Jl. Gatot Subroto No, 32 Pahoman, Bandar Lampung
Telp. 082179770066 / 08197934368
Sumber informasi lowongan / Karir Lampung : Tribun Lampung, 9 Februari 2013
Semoga informasi Lowongan Kerja Lampung Terbaru yang kami sajikan ini bermanfaat dan bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran di Lampung.
ReadFull Article ..
1. Chef / Koki
2. Waiters
3. Staff Dapur
Persyaratan:
- Diutamakan berpengalaman di Resto (Khusus Chef)
- Pendidikan min SMK/SMA
- Jujur, energik, dan siap bekerjasama dalam team

Kirimkan lamaran Anda via pos ke:
Garden Resto
Alamat: Jl. Jl. Gatot Subroto No, 32 Pahoman, Bandar Lampung
Telp. 082179770066 / 08197934368
Sumber informasi lowongan / Karir Lampung : Tribun Lampung, 9 Februari 2013
Semoga informasi Lowongan Kerja Lampung Terbaru yang kami sajikan ini bermanfaat dan bisa membantu mengurangi jumlah pengangguran di Lampung.
Sabtu, 30 Agustus 2014
Jual Geber Ayam Ring Arena Ayam Aduan
Geber Ayam, Ring Ayam Aduan, Arena Adu Ayam
Bagi anda yang suka Ayam Aduan atau hanya sekedar abar-abar dibelakang rumah tetangga, kami tawarkan kepada anda Geber Ayam yaitu Arena Adu Ayam yang terbuat dari KARET SPONS pilihan khusus dipakai untuk bahan geber seperti ini, sedikit berbeda dengan bahan yang dipakai untuk Tas Kiso Ayam. Jadi suasana Adu Ayam menjadi lebih nyaman dan terkendali layaknya diarena laga para bobotoh yang sesungguhnya. Ring Adu Ayam ini sangat praktis dapat digulung hingga sebesar silinder roda mobil.
Bebeda dengan Geber berbahan karet yang besar dan berat sangat sulit untuk dibawa apalagi kalau sedang naik motor hampir tidak mungkin untuk membawanya. Dengan hadirnya terobosan baru seperti ini dapat dijadikan pilihan alternatif kedua selain lebih simpel harganyapun jauh lebih terjangkau dibandingkan geber dengan bahan Spons / Karet Konfeyor. Khusunya bagi anda yang mempunyai kocek yang tidak terlalu tebal pilihan ini sangatlah pas dan sangat direkomendasikan untuk memenuhi naluri hobi anda bermain Ayam.
Baru lagi kini Tokosagata sudah produksi Ring Geber Arena Adu Ayam Dengan Bahan Spons/foam Tebal 3cm Diameter 2 meter.
Spesifikasi Bahan Ring Arena Geber Adu Ayam
Bahan terbuat dari Spons tebal / karet konfeyor dengen ketebalan 3cm
Diameter 2meter Panjang -+ 6,5meter
Dibuat dengan sistem perekatan yang kuat pada sambungan-sambungan karet
Terpasang Plat Logam sebagai rangka utama yang tertanam dalam Ring
Terpasang perekat untuk memudahkan saat pemasangan tanpa tiang atau rangka tambahan
Dapat digulung untuk memudahkan saat membawa
Dapat dicuci dan mudah dikeringkan
*UKURAN DAPAT DISESUAIKAN SESUAI PESANAN DENGAN HARGA YANG BERBEDA*
HARGA MENYESUAIKAN UNTUK UKURAN YANG LEBIH BESAR (D2,5 & D3) METER
Untuk Pemesanan kunjungi :
WEBSITE: www.tokosagata.com
Jumat, 29 Agustus 2014
Tukar Link Blogger
Mari Tukar Link Untuk mempererat tali persaudaraan sesama Blogger
Name : Info Bisnis Waralaba
Website : http://infobisniswaralaba.blogspot.com/
Salam Hangat Penulis :

Name : Info Bisnis Waralaba
Website : http://infobisniswaralaba.blogspot.com/
Salam Hangat Penulis :

Langganan:
Postingan (Atom)