Tampilkan postingan dengan label india. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label india. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Maret 2014

Wanita Muda dari England Mati Ditusuk di India

06 April 2013 detikNews

New Delhi - Sebuah insiden menimpa seorang pelancung Inggeris di Kashmir, India. Pelancung wanita ini ditemui meninggaldi sebuah rumah kapal yang dimiliki oleh warga setempat.

"Kami menemukan lautan darah di dalam kamarnya. Kami juga menemukan sebuah pisau tajam   dekat jasadnya. Wanita muda ini memiliki sejumlah luka tusukan di tubuhnya," ujar Ketua Polis  setempat, Tahir Sajjad, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/4/2013).

Wanita yang diyakini masih berusia 20-an tahun ini diketahui tinggal di rumah kapal khusus pelancung. Menurut polis , wanita ini sudah tinggal di rumah kapal yang ada di Danau Dal, Srinagar, Kashmir, tersebut selama 2 bulan terakhir.

Polis setempat masih menyiasat dugaan pelecehan atau kekerasan seksual terhadap mangsa. Pelaku pembunuhan diketahui merupakan seorang lelaki berkewarganegaraan Belanda yang juga pelancung dan tinggal dalam rumah kapal yang sama dengan korban.

Lelaki Belanda yang berusia 43 tahun ini bertinjauan ditangkap ketika hendak melarikan diri dari Srinagar. Menurut Sajjad, pelaku menumpang perahu kecil untuk pergi ke tepi danau dan kabur dengan hanya membawa paspot.

"Pelaku telah dalam penahanan atas tuduhan pembunuhan dan kami akan menginterogasinya," ucap Sajjad.

Belum diketahui pasti motif pembunuhan ini. Namun, polis  menuturkan, pelaku mendobrak masuk ke dalam kamar korban pada malam hari dan kemudian melakukan aksinya.

Insiden ini merupakan aksi kekerasan terhadap perempuan, terutama pelancung, yang terbaru yang terjadi di India. Bulan lalu, seorang turis wanita asal Swiss diperkosa bergiliran oleh 6 lelaki India di wilayah Madhya Pradesh. Kemudian ada turis Inggeris yang terpaksa melompat dari balkoni hotel kerana hendak diperkosa.
ReadFull Article ..

Jumat, 20 Desember 2013

Gadis Usia 13 Tahun Ini Kuliah S2 Jurusan Mikrobiologi di India

Sushma Verma dan ayah I foto : indiatoday.intoday.in
Hidup dalam keterbatasan ekonomi orangtua, Sushma Verma, gadis muda yang ambisius dan berprestasi, sudah layak mendapat pengakuan, lebih mengesankan mengingat dia sudah menyelesaikan sekolah menengah atasnya saat berusia tujuh tahun dan enam tahun kemudian Sushma telah meraih gelar sarjananya.

Ayah Sushma harus menjual sebagian lahan untuk membantu membayar uang sekolah putrinya dan kehidupan gadis muda ini tinggal di sebuah apartemen sempit satu kamar dengan orang tuanya dan tiga saudaranya.

Dilansir Dailymail, oleh liputan6.com, Senin (16/9/2013), Sushma mengaku mendapat dukungan penuh dari orang tuanya. Kedua orang tuanya yang tidak pernah mencicipi pendidikan formal itu bekerja keras dan mendorongnya untuk terus bersekolah.

Associated Press melaporkan, menurut Verma, keberhasilannya adalah karena berkat keluarganya, mengatakan kepada AP, "Mereka mengizikan saya untuk melakukan apa yang ingin saya lakukan."  Ia menambahkan.

Belajar di kali, bukan menjadi pilihan bagi banyak perempuan di India sebagai keluarga memilih untuk menikahkan mereka atau lebih mendorong pendidikan saudara laki-laki.  Menurut perkiraan terakhir, di mana saja dari 2,8 juta hingga delapan juta anak perempuan mungkin tidak terdaftar di sekolah umum, laporan Guardian.

Beberapa pekan depan, Sushma akan memulai berkuliah di  B.R. Ambedkar Central University melanjutkan S2 jurusan mikrobiologi di kampung halamannya. Berteman sepeda kayuhnya, Tej Bahadur, ayah  Verma mengaku siap untuk mengantarkan sang anak.

Ayah Sushma adalah satu-satunya sumber pendapatan bagi keluarga hanya sebesar 200 rupee atau sekitar Rp 35 ribu sebagai buruh bangunan. Mereka mengaku harta yang paling berharga adalah meja belajar dan komputer bekas.
Sushma juga mengutarakan, ia dan keluarganya tak memiliki televisi. "Tidak memiliki televisi di rumah menguntungkan. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali belajar," tuturnya.

Meski perkuliahan S2-nya di Lucknow BR Ambedkar Central University baru mulai pada 23 September 2013, Sushma telah bolak-balik ke kampus tersebut. Ia diantar jemput sang ayah setiap hari dengan menumpang sepeda untuk bertemu dosen sebelum kelas dimulai.

Di Keluarganya, Sushma bukan satu-satunya jenius. Kakak laki-laki tertua Sushma juga gemilang perihal prestasi akademis. Ia lulus SMA pada usia tujuh tahun dan menjadi satu dari lulusan termuda di India saat ia meraih gelar sarjana bidang komputer.

Sulabh International, sebuah organisasi amal mempromosikan perubahan sosial dan meningkatkan kondisi sanitasi di daerah pedesaan India, akan memberikan uang untuk si gadis jenius berupa cek senilai 800.000 Rupee ($ 12.732) untuk biaya pendidikannya.  Selain biaya kuliah badan amal ini selanjutnya akan memberikan perangkat elektronik, seperti iPod, iPhone, laptop, komputer desktop dan TV LED dan uang senilai  3.000 rupee (4,744.50).

Gadis jenius ini bercita-cita menjadi seorang Dokter, mengingat usianya masih terlalu muda, ia belum dapat mendaftarkan diri di fakultas kedokteran, ia harus menunggu hingga mencapai usia 18 tahun.

ReadFull Article ..